It is currently Tue Aug 20, 2019 1:00 pm





Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 
 Saat Kewafatan Rasulullah s.a.w 
Author Message

Joined: Tue Apr 14, 2009 11:30 pm
Posts: 5
Post Saat Kewafatan Rasulullah s.a.w
" Jangan engkau bersahabat dengan sahabat yang mana dia begitu berharap kepada engkau ketika mahu menyelesaikan masalahnya sahaja sedangkan apabila masalah atau hajatnya telah selesai maka dia memutuskan kemanisan persahabatan. Bersahabatlah dengan mereka yang mempunyai ketinggian dalam melakukan kebaikan, memenuhi janji dalam perkara yang benar, memberi pertolongan kepada engkau serta memadai dengan amanahnya atau sikap bertanggungjawabnya terhadap engkau. " -Imam Umar bin Abdul Aziz

Assalamu 'alaikum Wr Wb
Tak bosan-bosan rasanya membaca kisah ini...
AIRMATA RASULULLAH SAW...
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. 'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, 'Maafkanlah, ayahku sedang demam', kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?'
'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak ****nang.
'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, ' kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi.
'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?'
'Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.'
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?'
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.'

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum'
'peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
'Ummatii,ummatii, ummatiii? ' - 'Umatku, umatku, umatku'
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma solli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

p/s:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita dan Cuba mengulang kisah ini dalam majlis2 atau ketika bersama dengan kawan-kawan.

Nah apa lagi marilah kita istiqamah untuk berselawat kepada RASULULLAH kekasih hati kita.
Tak dapat 100x sehari.10x pun jadilah tanda kita ingat kepada baginda MUHAMMAD S.A.W


Mon Apr 20, 2009 7:35 am
Profile E-mail
User avatar

Joined: Fri Dec 12, 2008 11:56 am
Posts: 36
Location: Tanta, Egypt
Post Re: Saat Kewafatan Rasulullah s.a.w
Kisah inilah yg membuatkan ramai sebak dan menitiskan air mata ketika dijadikan salah satu tazkirah semasa Jaulah AJKT tempoh hari...


Allahumma solli 'ala Saidina Muhammad...


Sat Apr 25, 2009 1:52 am
Profile E-mail YIM WWW

Joined: Tue Feb 24, 2009 9:22 am
Posts: 24
Location: madinatul ahlam
Post Re: Saat Kewafatan Rasulullah s.a.w
Sollu 'alaih!

sayu, syahdu.

bole tahu smasa jaulah di furu' mn?


Fri May 01, 2009 12:35 am
Profile E-mail YIM

Joined: Sun Mar 29, 2009 9:29 pm
Posts: 35
Post Re: Saat Kewafatan Rasulullah s.a.w
betul tu,ana pon ada dngar pasal tragedi kesyahduan yang berlaku di suatu muhafazah..kalau kita baca serta menghayati bait2 cerita itu,mungkin cerita berkenaan akan sampai ke dalam lubuk hati pembaca dan pendengar..maka berderai lah cucuran air mata disebabkan cerita itu.. :cry:


Tue Jun 02, 2009 9:41 pm
Profile E-mail
User avatar

Joined: Fri Dec 12, 2008 11:56 am
Posts: 36
Location: Tanta, Egypt
---------
Post Re: Saat Kewafatan Rasulullah s.a.w
sultan_melaka wrote:
kalau kita baca serta menghayati bait2 cerita itu,mungkin cerita berkenaan akan sampai ke dalam lubuk hati pembaca dan pendengar..maka berderai lah cucuran air mata disebabkan cerita itu.. :cry:


Betul dan sangat betul... setuju.


Tue Jun 02, 2009 10:57 pm
Profile E-mail YIM WWW
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum

Search for:
Jump to:  
cron